Jumat, 30 Maret 2012

Argumentasi : Slogan “Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa” sangat klise


Satu nusa, Satu bangsa, Satu bahasa. Slogan yang dituturkan pada saat sidang Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, hari dimana dimulailah sejarah akan hari Sumpah Pemuda, yang selalu menyebut-nyebut bahwa Indonesia “SATU”. Satu Bangsa, satu bahasa, dan satu yang lainnya.
                Pada era globalisasi ini slogan tersebut memiliki arti yang berbeda. Jika dibandingkan dengan 84 tahun yang lalu, saat Indonesia masih dalam masa penjajahan, masa dimana kemerdekaan merupakan hal yang sangat didambakan oleh warga negara Indonesia saat itu.
                Pada saat ini , masyarakat menilai bahwa yang dianggap “Satu Nusa, Satu Bangsa” hanyalah merupakan persamaan dari negara, bahasa, dan sesuatu hal saja. Tapi masyarakat tidak pernah berpikir bahwa yang dimaksudkan adalah kita sebagai nusa, bangsa, dan memiliki bahasa persatuan yang sama harus juga mempunyai tujuan yang jelas dan  nyata yang sama, dan memang terbentuk dari hati yang tulus dari semua masyarakatnya. Jika setiap masyarakat mengimani slogan tersebut seperti diatas, pastilah tidak akan ada masalah seperti halnya demo yang menyebabkan saudara-saudara kita terluka.
                Terbukti menurut data dari Mabes Porki, pada enam bulan pertama tahun 2008 Polri sudah mencatat ada 2.486 aksi demo dengan berbagai latar belakang dan kepentingan. Mulai dari aksi demo untuk kepentingan politik, ekonomi, sampai soal agama. Jumlah aksi demo itu meningkat sebanyak 34,38 persen dibanding tahun 2007, yang jumlahnya hanya mencapai 1.850 aksi.
                Hal di atas menunjukan bahwa saat ini slogan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” hanya sebatas kata-kata. Tidak sedikit orang yang mensalahartikan makna slogan tersebut. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa bukan hanya sekedar slogan ataupun lirik lagu, tetapi cita-cita para pejuang bangsa untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia, menyatukan semua perbedaan, menyatukan tujuan, menyatukan pikiran, agar negeri ini dapat terus maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar